Faktor External dalam Maintenance Activity

Ada banyak kelebihan dengan menggunakan preventive maintenance. Kegiatan preventive meliputi aktivitas inspeksi, perawatan dan perbaikan yang direncanakan, dimana waktu dan ruang lingkup pekerjaannya bisa direncanakan terlebih dahulu di awal. Selain faktor internal perusahaan (untuk mencegah terjadinya breakdown, sehingga biaya perawatan bisa lebih kecil dibandingkan biaya perbaikan breakdown itu sendiri), faktor external juga berpengaruh terhadap kegiatan perawatan, misalnya :

  • Manufacturer recommendations

Sparepart pabrikan dari equipment yang kita miliki, mengharuskan kita untuk selalu menggunakan jenis / merk tertentu untuk memastikan equipment dapat berjalan dengan lancar.

  • Legal requirements

Adanya Hukum / Aturan perlindungan tenaga kerja yang berhubungan dengan keselamatan kerja, misal HSE / K3S. Sehingga membutuhkan alat safety tertentu untuk memastikan keselamatan bekerja pada karyawan ketika bekerja untuk memperbaiki equipment tertentu

  • Environmental requirements

Adanya upaya pencegahan kerusakan alam yang bisa jadi disebabkan oleh equipment, sehingga di butuhkan perawatkan extra agar mencegah terjadinya kerusakan alam.

  • Quality Assurance

Kualitas dari produksi manufaktur juga bergantung pada kualitas mesin itu sendiri. Jika ada suatu aturan yang mengatur kualitas suatu produk untuk layak tidaknya digunakan oleh konsumen, maka untuk menjaga kualitas dari produksi, kualitas dari mesin pun harus dijaga dari kerusakan yang dapat berdampak pada hasil produksi.

 

source : SAP Library

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s