Struktur Organisasi SAP MM

Dalam SAP MM, struktur organisasi dapat dijelaskan ke beberapa point:

1. PLANT

Dalam sudut pandang logistik, Plant berfungsi sebagai unit organisasi yang berhubungan dengan produksi, procurement, plant maintenance dan material planning; sebagai fasilitas produksi, Warehouse atau lokasi penyimpanan stok dimana pengelolaan dan penilaian inventory dilakukan dalam satu company.

Karakteristik dari Plant adalah :
– Otorisasi dapat dilakukan di level plant.
– Satu plant hanya dihubungkan ke satu company code.
– Purchasing organization dihubungkan dengan satu atau lebih plant.
– Sebagai lokasi fisik yang membedakan antara satu cost center dengan cost center yang lain (misalnya antara administrative dengan manufacturing).
– Pengecekan ketersediaan stok Material oleh bagian penjualan

Factory Calendar didefinisikan dalam stuktur plant, yaitu penentuan tentang hari-hari kerja termasuk peraturan-peraturan khusus dan hari raya atau libur nasional yang digunakan untuk transaksi di modul-modul Logistics. Setiap Plant dapat memiliki penentuan hari-hari kerja yang berbeda, karena memiliki factory calendar yang berbeda juga. Kode Factory Calendar didefinisikan oleh Modul HCM.

2. STORAGE LOCATION

Storage location adalah suatu lokasi dalam sebuah plant yang merupakan tempat menyimpan barang. Pengelolaan barang secara kuantitas dan physical inventory (stok opname) dilakukan pada level storage location.

Karakteristik Storage Location adalah :
– Inventory Management yang berbasis quantity dihasilkan di level storage location level dalam satu plant.
– Physical inventory / Stock Take dikelola di level storage location.
– Membolehkan satu material disimpan dalam beberapa lokasi penyimpanan secara fisik dalam satu plant.

Jika Storage location berada di lokasi proyek yang bersifat temporer dan dinamis sesuai dengan durasi project, maka dianggap sebagai SLOC Virtual. Satu Plant dapat memiliki SLOC Project Virtual untuk menyimpan stock project dan SLOC Transit Virtual untuk menampung perpindahan material Antar Project.

3. PURCHASING ORGANIZATION

Purchasing Organization adalah unit atau bagian yang melakukan negosiasi pembelian untuk satu plant atau lebih ataupun untuk seluruh perusahaan, dimana bagian/unit ini yang bertanggung jawab terhadap segala aktivitas pembelian.

4. PURCHASING GROUP

Purchasing group merepresentasikan individu, sub divisi dalam divisi pembelian atau group buyer yang bertanggung jawab dalam aktivitas pembelian dan proses pengadaan baik Material maupun jasa. Umumnya dokumen pembelian dan pengadaan seperti purchase order di monitor oleh purchasing group. Purchasing group dapat digunakan untuk parameter dalam report dan kriteria dalam proses pengadaan Material dan jasa, selain itu purchasing group berfungsi sebagai authorization object untuk membatasi otorisasi transaksi di SAP.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s