banner
banner

Antara IFRS 16 dan PSAK 73

Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) 73 yang mengadopsi International Financial Report Standard (IFRS) 16 di Indonesia mulai berlaku pada tahun 2020 untuk menggantikan PSAK 30, utamanya perubahan pada sisi penyewa. Pada PSAK 73 akan ada istilah Aset Hak Guna (AHG) / Right of Use of Asset (RoU), dimana PSAK ini akan meliputi transaksi sewa maupun transaksi yang mengandung sewa. Sewa disini lebih ditekankan pengertiannya terhadap hak untuk mengendalikan penggunaan aset dalam jangka waktu tertentu, yang artinya suatu entitas dapat menentukan apakah suatu aset digunakan meskipun tidak secara langsung.

Secara major, perbedaan yang nampak adalah dari sisi balance sheets gross up pada assets & financial liability, kemudian dari sisi Income Statement eliminasi operating lease (lease payments as expense) dan dilakukan split menjadi Depreciation & Amortization Expense (EBITDA) dan Interest Expense (Operating Profit).

Setelah implementasi ERP SAP di beberapa perusahaan, pada tahun 2019 ini sudah banyak perusahaan yang mulai mengimplementasikan IFRS 16. Karena pada 2020, untuk BUMN sudah mulai diwajibkan menggunakan IFRS 16 untuk audit terkait Lease, baik dari sisi lessor maupun lessee. Mulai dari yang menggunakan add on aplikasi tambahan, maupun enhancement dari SAP. Project IFRS 16 ini terhitung cepat, karena bisa di implementasikan dalam waktu 3-4 bulan.


Article Categories:
IFRS 16 / PSAK 73

Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *